Jalan-Jalan Ala New Normal


Banyak yang kurang setuju dengan istilah "New Normal" sebagai istilah yang digunakan untuk mengurangi pembatasan-pembatasan yang ditetapkan Pemerintah selama kondisi pandemi Covid-19 ini. Banyak juga yang entah sengaja atau tidak justru menyalahartikan konsep "New Normal" dengan kembali beraktivitas normal tanpa menjalani protokol kesehatan yang seharusnya dilakukan. Padahal sudah berkali-kali ditegaskan bahwa konsep "New Normal" bukan berarti kondisi sudah benar-benar normal dan Covid-19 sudah tidak lagi mengancam atau berbahaya bagi manusia. Kejadian seperti kerumunan orang saat CFD (car free day) di Bundaran HI hanya salah satu contoh yang menjadi sorotan dan bukti nyata bahwa begitu banyak masyarakat yang tidak peduli dengan konsep "New Normal" yang seharusnya.

Sebenarnya bagaimana konsep "New Normal" yang diimbau Pemerintah dalam rangka menyesuaikan diri dengan keberadaan virus corona yang masih belum ditemukan vaksinnya ini? Tentu saja dalam melakukan aktivitas sehari-hari kita dianjurkan untuk tetap melakukan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer, tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci, menerapkan physical distancing, serta mengenakan masker dalam setiap aktivitas, terutama di tempat umum.

Lalu apakah dengan kondisi "New Normal" ini sudah boleh bepergian keluar kota seperti saat kondisi normal? Menurut saya sih kalau memang bepergian keluar kota dalam rangka bisnis atau tugas dinas ya boleh-boleh saja, asalkan kita benar-benar dalam kondisi sehat dan tetap menjalani protokol kesehatan. Tetapi kalau bepergian keluar kota dalam rangka liburan sebaiknya dipikir-pikir dulu dan carilah tempat yang memang aman atau termasuk zona hijau. Saya sendiri sih sejauh ini belum berani untuk liburan meskipun jujur saja kepala sudah penat dan butuh refreshing.

  
Lalu sampai kapan kondisi "New Normal" ini akan kembali "Normal"? Mungkin kita harus bersabar sampai ditemukan vaksin yang efektif untuk mengatasi virus ini atau mungkin ketika istilah herd immunity yang sempat digaungkan beberapa waktu lalu terjadi, meskipun kita semua pasti tidak ada yang menginginkan keluarga kita ataupun diri kita sendiri terkena virus ini demi mewujudkan herd immunity kan? 

Jadi kalau sikap saya dan keluarga, karena kami memiliki anak yang masih batita dengan kondisi saya yang sedang hamil muda maka kami tidak berani mengambil resiko dengan berlibur keluar kota ataupun sekedar mengunjungi tempat-tempat hiburan yang sudah mulai dibuka. Setiap minggu kami memang biasanya mengajak anak kami jalan-jalan, tetapi tidak turun dari mobil. Hanya sekedar mengajaknya melihat Monas dari kejauhan atau mengitari air mancur yang sedang beraksi. Kalaupun terpaksa membeli makan siang maka Pak Suami yang akan turun dari mobil sedangkan saya dan si bocil tetap menunggu di parkiran. Alhamdulilah, sejauh ini si bocil cukup bahagia dengan jalan-jalan ala "New Normal" yang kami lakukan.


Jadi sebenarnya tidak perlu memaksakan diri untuk liburan dengan cara normal karena memang kondisi saat ini belum benar-benar normal. Bersabarlah dan carilah alternatif-alternatif liburan ala kalian, misalnya untuk yang suka camping dan kebetulan rumahnya memiliki halaman yang luas maka bisa mencoba memasang tenda di halaman rumah sambil membuat api unggun kecil-kecilan. Putar saja lagu-lagu nostalgia yang mengingatkan kalian pada saat kalian sedang camping di Ranu Kumbolo seperti foto di Instagram saya ini misalnya.



Stay safe and healthy, guys!!!

No comments