Pengalaman Umrah Saat Hamil 9 Minggu


Rencana umroh dan segala macam persiapannya termasuk suntik meningitis sudah dilakukan begitu saya akhirnya mendapati adanya garis dua pada test pack yang berarti adalah saya hamil. Sedikit bingung akhirnya saya membuka aplikasi pada kalender haid di HP saya untuk memastikan. Dan Ya Tuhan, ternyata saya memang sudah terlambat datang bulan hampir 3 minggu yang artinya pada saat suntik meningitis seminggu lalu itu saya sudah hamil. Jujur saja, perasaan saya waktu itu langsung campur aduk tidak karuan. Saya tidak berhenti merutuki kebodohan saya sendiri yang lupa kapan jadwal menstruasi saya dan ketika seminggu lalu ditanya dokter apakah sedang hamil, dengan percaya diri saya bilang tidak, padahal belum test pack. Huuuft.... 

Akhirnya kabar bahagia itu saya sampaikan pada Pak Suami lengkap dengan kekhawatiran dan segala macam kegundahan saya apakah saya akan tetap melanjutkan rencana untuk berangkat umroh atau tidak. Alhamdulilah waktu itu Pak Suami lebih tenang dan lebih bijak menanggapi kepanikan istrinya. Dia mengajak saya untuk memeriksakan diri dulu ke dokter kandungan untuk memastikan usia kehamilan saya sekaligus mendapatkan advice yang terbaik dari ahlinya.

USG 8 week

Begitu di USG dan melihat sendiri janin dalam kandungan saya yang menurut dokter kondisinya sehat, perasaan saya sedikit tenang. Karena efek dari suntik meningitis pada wanita hamil konon bisa membuat janin tidak berkembang atau terlahir cacat, tetapi Alhamdulilah anak kami kini sudah berusia 9 bulan. Dia terlahir sehat tanpa kekurangan suatu apapun. Allah Yang Maha Baik sudah melindunginya dari kealpaan saya. Lalu apakah dokter merekomendasikan saya untuk tetap terbang menunaikan ibadah umroh sesuai rencana? Tentu saja tidak, karena meskipun janin saya sehat tetapi wanita hamil di bawah 16 minggu tidak direkomendasikan untuk berkendara dengan pesawat terbang apalagi berjam-jam. Bahkan ketika saya meminta obat penguat kandungan, Bu Dokternya malah bilang obat penguatnya hanyalah doa, ahaha... Okelah, Dok kalau begitu. Akhirnya dengan Bismillah saya dan suami sepakat melanjutkan rencana umroh kami.

Perjalanan umroh dari Jakarta ke Jeddah dengan pesawat Citilink ternyata memakan waktu lebih lama dari pesawat lainnya, total 14 jam saudara-saudara. Apakah saya mual atau muntah selama perjalanan? Alhamdulilah tidak, kedua kaki saya pun tidak bengkak karena saya aktif bergerak dan berjalan-jalan selama di dalam pesawat. Si janin pun terus menerus saya ajak bicara agar dia kuat dan kooperatif supaya kondisi ibunya juga baik-baik saja. Selama di pesawat saya usahakan jangan sampai kelaparan, jadi selain makanan utama saya juga banyakin ngemil. Dan setiap ada turbulensi saya usahakan tetap tenang, relaksasi sambil terus berdzikir dalam hati sampai akhirnya ketiduran. 

Masjid Nabawi, Madinah

Sampai hotel di Madinah, saya langsung beristirahat dan memutuskan tidak ikut shalat Ashar di mesjid Nabawi. Shalat di hotel saja dulu, nanti shalat Maghrib baru di mesjid. Capeknya kan sudah hilang. Saran saya untuk yang ingin melakukan ibadah umroh saat hamil adalah tidak memaksakan diri untuk beribadah secara maksimal karena kondisi tubuh yang sedang berbadan dua. Allah juga kan Maha Tahu. Jadi selama umroh itu saya memang tidak selalu shalat di Mesjid, kalau memang sedang lelah misalnya setelah berkunjung dari tempat-tempat bersejarah disana atau setelah tawaf dan sai ya shalatnya di hotel saja. Tawaf pun saya tidak melakukannya sesering jemaah lain, saya hanya melaksanakan tawaf yang wajib dan satu kali tawaf yang sunah. Kalau khawatir tidak kuat melakukan tawaf atau sai dengan berjalan sendiri, ada kok penyewaan kursi roda lengkap dengan orangnya yang akan mendorong kursi roda sampai kita selesai ibadah. Harga sewanya itu sekitar 1 juta sampai satu juta lima ratus, tergantung ilmu tawar menawar kita. Mereka ada yang bisa bahasa Indonesia juga kok, jadi tidak perlu khawatir akan terkendala bahasa.

Apakah selama di Madinah dan Mekkah, saya ikut wisata belanja juga seperti yang lain? Awalnya sih maunya begitu, tetapi apa daya sepertinya janin saya tidak suka ibunya berbelanja karena begitu saya sampai di pasar yang terdekat dengan hotel sekalipun, perut saya langsung kram sebelum saya sempat menawar barang incaran. Tetapi anehnya begitu diajak ke kuburan Baqi yang lokasinya terbilang jauh dari hotel kok ya oke-oke saja kamu nak, hehehe.

Madinah
   
Kehamilan saya ini memang sangat dimudahkan oleh Allah, bukan hanya kondisi fisik yang prima tetapi juga mood yang lebih stabil. Saya juga tidak mengalami morning sickness dan bisa memakan apa saja alias tidak pantang makanan. Pokoknya saya ikuti saja yang dibilang Bu Dokter, makanan apapun baik kalau dimakannya tidak berlebihan, termasuk kopi dan es krim. By the way, di Madinah itu ada Starbucks loh dan ramai pula pengunjungnya. 

Starbucks di Madinah

Di dekat hotel juga kebetulan ada kedai es krim dan kebab, jadi bumil yang doyan makan ini tidak kesulitan kalau mau ngemil.



Karena cuaca disana waktu itu sedang pergantian dari musim dingin ke panas, jadi udaranya memang sedang nyaman. Saya bahkan sempat mendapati hujan waktu di Mekkah. Untuk pakaian sih saya tidak menggunakan pakaian hamil karena perut saya juga belum terlihat membuncit jadi yang penting nyaman saja. Concern saya lebih ke alas kaki, jadi kalau ke mesjid atau jalan-jalan sekitar hotel, saya menggunakan sandal jepit Swallow atau sandal hotel, sedangkan kalau pergi ziarah baru menggunakan sepatu kets supaya kakinya tidak cepat pegal. 

Burung di taman depan hotel

Hotel saya di Madinah kebetulan dekat dengan mesjid-mesjid yang dibangun oleh para Sahabat Nabi. Letaknya tidak jauh dari Mesjid Nabawi. Ada Mesjid Ali Bin Abi Thalib yang konon dulunya merupakan tempat tinggal beliau. Lalu ada Mesjid Abu Bakar As-Shidiq dan Mesjid Umar bin Khatab. Di depan mesjid-mesjid inilah banyak sekali burung merpati yang berkumpul dan menjadi pemandangan yang menakjubkan. 

Masjid Quba
Kami juga mengunjungi Mesjid Quba, mesjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah ketika hijrah ke Madinah. Mau masuk ke mesjid ini tuh antrinya bukan main, saya sampai was-was menjaga area perut saya agar tidak terkena sikutan dari orang-orang yang berdesakan tidak kenal ampun.

Jabal Uhud
Meskipun sedang hamil muda dan cuaca panas kota Madinah lumayan juga, tetapi demi melihat langsung Jabal Uhud yang merupakan satu-satunya bukit yang kelak akan ada di Surga, saya pun ikut turun dari bus untuk mendengarkan muthawif menceritakan keistimewaan mengenai Jabal Uhud.


jam yang terkenal untuk foto-foto di Madinah
Oya, waktu di Madinah saya juga sempat jalan-jalan di sekitar Mesjid Nabawi dan secara tidak sengaja menemukan tempat foto yang fenomenal di atas itu. Foto dengan latar belakang jam yang katanya sih terkenal, hehehe. 

Jabal Tsur
Kalau di Mekkah sih lebih banyak ziarah ke tempat-tempat bersejarah yang menyimpan jejak perjuangan Rosul ketika mulai menyebarkan Agama Islam. Misalnya Jabal Tsur, salah satu gunung tempat Rosul bersembunyi ketika dikejar oleh para kafir Quraisy untuk dibunuh kemudian diselamatkan oleh Mukjizat Allah.

Over all, saya sih bahagia akhirnya bisa melaksanakan ibadah umroh dengan lancar dan dimudahkan segala sesuatunya. Insyaallah, kalau ada kesempatan inginnya bisa kesana lagi. Amiin yra.  

28 comments

  1. ikut seneng mbak baca kehamilannya dimudahkan. bisa ibadah , bisa kesana udah rejeki bangettt.. apalagi dikasih sehat. masyaalloh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Alhamdulilah, saya bersyukur banget

      Delete
  2. Syukur kehamilannya baik-baik saja ya Kak. Mana anaknya sehat sampai sekarang. Tapi memang kalau sedang hamil, yang penting nggak stress dan nggak capek ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, kalau kitanya positive thinking Insyaallah semuanya jadi positif juga, hehehe

      Delete
  3. Sebentar, jadi dokter tidak menyarankan mbak untuk umroh tapi mbak tetap bersikukuh untuk berangkat? Puji syukur bayi dan ibunya sehat serta selamat, mbak. Aku baru tau lho Citilink ada penerbangan dari Jakarta ke Jeddah.

    Hehe, dedek bayi di dalam perut nggak mau ibu salah fokus dengan berbelanja, biar fokus ibadah aja. Karena Allah sudah mengizinkan untuk tetap terbang meski tidak direkomendasikan dokter, jadi mungkin Allah mau agar ibadah yang menjadi fokus. Mungkin lho ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sepertinya begitu mas, si bayi mau ibuknya konsisten ama niat awalnya untuk ibadah aja, hehehe

      Delete
  4. MasyaAllah semua atas izin Allah yaa kak, jadi alhamdulillah ibadah lancar dan sidebay juga baik-baik aja. Semua tergantung niat yaa kak, kalo niat kita ibadah insyaAllah Allah akan beri perlindungan dan kelancaran tentunya.

    Sehat terus yaa debay :)

    ReplyDelete
  5. Keren banget mbak. Alhamdulillah ngga kenapanapa ya disana. Bener kata sidokter mbak, obat penguat adalah doa :))

    ReplyDelete
  6. Wah luar biasa mbak, umroh saat hamil muda
    Syukurlah semua lancar dan sehat ya
    Memang dilindungi Tuhan perjalanannya sehingga dimudahkan dalam segala situasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah pengalaman yang sangat berharga buat saya, mba

      Delete
  7. Sebetulnya hamil muda naik pesawat itu tidak apa-apa. Yang tidak boleh itu hamil usia 28 minggu lebih, karena dikhawatirkan ibunya melahirkan di tengah pesawat dan tidak ada yang bisa menolong janinnya yang masih prematur.

    ReplyDelete
  8. Waah pengalaman yang luar biasa ya Mbak unroh dalam kondisi hamil muda. Alhamdulilah dipermudah semuanya ya sama Allah karena niatnya baik. Nggak mungkin juga kan tiba tiba batalin umroh yang mungkin sudah menjadi cita cita sejak lama saat tau kita hamil. Semoga saya juga diberi kesempatan mengunjungi rumahNya someday. Aamiin..

    ReplyDelete
  9. Selamat mbak! Perjalanan lancar dan kandungan lancar.

    Kalo emang udah rejeki pasti dapet emang ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah mba, iya dikasih rejeki dobel, hehehe

      Delete
  10. waaah alhamdulillah ya kak walaupun dokter tidak merekomendasikan, tapi kalau niat ibadah memang yaaa. Allah selalu kasih jalan baik.

    debaynya semoga sehat dan jadi anak yang berbakti kepada agama dan keluarga. aamiin

    ReplyDelete
  11. Wih, hebat juga mbak berani terbang dan umroh ketika sedang hamil. Yang penting yakin dan ihktiar ya kepada Allah SWT eh ternyata dimudahkan semuanya. Paling enak panas2 emang makan es krim hihihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Alhamdulilah, meskipun umroh termasuk ibadah fisik tetapi bumil justru dimudahkan sama Allah

      Delete
  12. Selamat buat kehamilannya mba. Tadinya mau nanya ada efek samping dari suntik vaksin meningitis terhadap ibu hamil. Tapi alhamdulillah sudah terjawab

    ReplyDelete
  13. Aamiin

    Alhamdulillah dimudahkan ya, Mbak. Dedek bayinya bisa diajak kerjasama di dalam perut :)

    ReplyDelete
  14. Baca judul ini saja saya langsung kaget, karena usia kehamilan 9 minggu kan memang belum boleh naik pesawat (menurut aturan dokter). Tapi saya rasa Tuhan pun melihat tujuan umatNya, dan Dia pun menjaga mbak dengan luar biasa hebatnya.


    Kalau dibandingkan dengan kata "dimudahkan", saya lebih memilih kata "dikuatkan". Ya, Tuhan menguatkan mbak dan bayimu :)

    Terima kasih ya mba sudah berbagi :)

    ReplyDelete
  15. Aminnnn ikut berbahagia kak dengan pengalaman perjlanan ibadahnya...Semoga saya juga bisa berumroh juga dengan segala kemudahannnya..Aminnnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin yra, semoga disegerakan niat baiknya kak

      Delete
  16. MasyaAllah gak nyangka pas berangkat eh malah hamil ya mbak. Tapi alhamdulillah dimudahkan dan masih rezeki berangkat ya mbak :D
    Senegnya bisa umrah berdua suami :D

    ReplyDelete