Museum Angkut, Saya Jatuh Cinta


Bagi yang  pernah berkunjung ke Museum Angkut, Malang mungkin setuju dengan saya. Museum sejarah transportasi dunia ini bisa dengan mudah membuat kita jatuh cinta. Bagaimana tidak, disini kita bukan sekedar disuguhi berbagai macam jenis alat transportasi yang pernah ada di dunia tetapi juga dimanjakan dengan berbagai replika bangunan landmark yang khas dari banyak negara yang menjadi background dari display kendaraan yang diproduksi negara tersebut. Seolah kita benar-benar diajak menjelajahi mesin waktu dan kembali ke jaman dahulu. Misalnya foto saya di bawah ini nih, seperti di luar negeri pada masa bertahun-tahun silam bukan? 😆 

zona gangster town

Museum Angkut ini juga luas banget loh, jadi siapkan stamina dengan baik supaya pas datang kesini bisa puas mengelilingi seluruh zona. Kalau tidak salah sih ada sekitar 10 atau 11 zona dimana masing-masing zona itu nuansanya berbeda dan menawarkan interior ruangan yang sayang kalau dilewatkan untuk berfoto. Meskipun pengunjungnya selalu ramai, apalagi di akhir pekan. Tetapi tidak perlu khawatir, karena space untuk berfoto akan selalu ada secara tiba-tiba kalau niat sudah tertanam di kepala, halaaaah. 

zona edukasi

Mobil Tucuxi yang membuat Dahlan Iskan Kecelakaan
Selain koleksi mobil-mobil lawas hingga modern, disini juga ada alat transportasi tradisional Indonesia seperti pedati, dokar bahkan becak barang pengangkut ikan seperti foto saya ini 😁 

Becak Barang
Dan hebatnya, semua koleksi di Museum Angkut ini terawat dengan baik dan bahkan katanya masih ada sebagian koleksi yang masih berfungsi loh. Selain koleksi mobil, ada juga replika spare part dari kendaraan yang di display itu. 


Fasilitas yang ada disini juga lengkap banget, mulai dari restoran, toilet umum dan toilet khusus penyandang cacat, ruang merokok, ruang ibu menyusui, gazebo tempat beristirahat, mobil pengantar gratis, dan pastinya lahan parkir yang luas.

Museum ini buka dari jam 12 siang sampai jam 8 malam, untuk harga tiketnya sendiri sih dua tahun lalu di hari biasa itu 60k dan hari libur nasional atau akhir pekan 80k. Mungkin terbilang mahal ya untuk tiket masuk museum, tetapi menurut saya worth it lah dengan yang kita dapatkan. Biaya pemeliharaan aset-aset museum ini kan pasti tinggi. Dan selain mendapat pengetahuan dan sejarah mengenai alat transportasi dunia, kita juga bisa mendapat banyak koleksi foto dengan mobil-mobil keren cuma dengan berkunjung ke satu tempat saja. Untuk di akhir pekan juga biasanya ada atraksi khusus yang disajikan pihak museum untuk menghibur pengunjung yang datang. Luar biasa kan?

Jadi kalau lagi main-main ke Malang, coba selipkan Museum Angkut ini sebagai salah satu destinasi liburanmu. Dijamin tidak akan rugi deh, hehehe.

No comments